Pemberdayaan komunitas prasejahtera dan dukungan bagi lansia adalah dua pilar penting untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, kesehatan, dan kemandirian masyarakat, khususnya di tingkat desa.
1. Pemberdayaan Lansia (Dukungan bagi Lansia)
Tujuannya adalah menciptakan lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif) serta mandiri dalam perawatan diri.
Pemberdayaan Berbasis Komunitas dan Keluarga: Model ini mendekatkan pelayanan lansia ke lingkungan tempat tinggal mereka melalui Posyandu Lansia, BKL (Bina Keluarga Lansia), dan pendampingan oleh keluarga.
Pendampingan Caregiver (Pengasuh): Pelatihan bagi keluarga atau relawan (pendamping informal) untuk memberikan perawatan jangka panjang bagi lansia, terutama mereka yang memiliki keterbatasan fisik.
Usaha Ekonomi Produktif Lansia: Mengarahkan lansia yang masih memiliki potensi, hobi, atau kekuatan untuk berkarya, seperti kerajinan tangan atau usaha kecil, guna meningkatkan harga diri dan kemandirian ekonomi.
Layanan Kesehatan dan Sosial: Penyediaan sarana layanan kesehatan terintegrasi, dukungan mental-spiritual, layanan hukum, dan menciptakan lingkungan ramah lansia.
Metode Partisipatif: Melibatkan lansia secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan agar sesuai dengan kebutuhan mereka.
Pemberdayaan Komunitas Prasejahtera
Pemberdayaan ini berfokus pada peningkatan pendapatan dan taraf hidup melalui penguatan sumber daya lokal.